Ads Top

Apa Jadinya? Pelajar yang Tak Bisa Daring Saat Dirumah


PelajarTeladan.com - Bagi kalangan pelajar, istilah dalam jaringan (daring) sudah tak asing lagi terdengar. Masa pandemi mengharuskan masyarakat untuk work from home (WFH). Era modern ini, seorang pelajar juga dituntut untuk kreatif dan inovatif. Memanfaatkan teknologi digital yang kini sudah merambah ke penjuru negeri. Termasuk daring, saat ini daring menjadi alternatif pengganti tatap muka secara langsung dalam proses pembelajaran. Namun, bagaimana dengan mereka yang kesulitan dalam pembelajaran secara daring? 

Pembelajaran sistem daring memberikan dampak positif maupun negatif. Adanya sistem belajar daring, dapat merubah pelajar gagap teknologi menjadi pelajar tanggap teknologi. Tidak perlu persiapan rapi dan wangi untuk mengerjakan tugas, tidak terlalu lelah pulang pergi ke sekolah untuk mendapatkan materi, dapat mengerjakan tugas dengan teman via online, bahkan hal ini menjadi quality time bersama keluarga. 

Tak hanya dampak positif, pembelajaran daring ternyata membuat kontroversi dalam masyarakat khususnya pelajar dan menjadi dampak negatif dalam sistem pembelajaran daring. Paket data atau wifi menjadi kebutuhan pokok saat ini untuk mengakses internet. Penggunaan paket data dikalangan pelajar merupakan pilihan tepat, namun keberadaan suatu wilayah menyebabkan gadget menerima kapasitas sinyal berbeda-beda, sehingga akses internet pada wilayah tertentu tidak berjalan dengan lancar. Beberapa pelajar, ternyata masih ada yang belum mempunyai gadget karena faktor ekonomi. Apalagi kegiatan ekonomi yang tersendat akibat pandemik Covid-19, akan menambah beban bagi sejumlah orang tua. 

Bagi pelajar yang tidak mempunyai gadget akan bergantian dengan temannya atau bersama-sama dalam mengerjakan tugas, sering mereka harus berusaha mencari tempat yang lebih tinggi atau rendah untuk mendapatkan sinyal yang kuat. Alternatif lain dengan mencari sumber wifi yang biasanya berbayar perharinya. Ada pelajar yang naik pohon demi mendapatkan sinyal, tak khayal jika mereka kemudian membuat rumah pohon sederhana sebagai posko sementara untuk pembelajaran daring. Ditinjau dari segi kesehatan dampak daring dari penggunaan gadget bagi kesehatan mata akan dirasakan akibat penggunaan gadget yang terlalu lama terlebih posisi baca yang tidak benar. 

Proses pembelajaran daring di rumah memiliki godaan rasa malas. Semangat belajar daring menurun karena sistem pembelajaran berbeda dengan sistem belajar bersama seperti di sekolah, tanggungan tugas menumpuk, sedangkan guru sekadar upload materi, dilanjutkan diskusi terbatas yang hanya menambah kepenatan berpikir siswa. Suasana ramai dirumah juga membuat fokus belajar terpecah, belum lagi orang tua yang meminta tolong untuk melakukan suatu hal yang penting dan mendesak. 

Pelajar yang tidak bisa mengikuti daring dengan alasan-alasan di atas juga tidak dapat disamakan. Ada pelajar yang memang benar-benar susah payah membeli paket data dan mencari sinyal namun hasilnya kurang sempurna karena waktu daring yang terbatas. Sebaliknya, beberapa pelajar memanfaatkan keadaan ini untuk malas-malasan atau menghindar dari pembelajaran daring. 

Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya pemantauan pada setiap kondisi pelajar yang sebenarnya, motivasi orang tua dan guru yang masih minim, hingga metode pembelajaran yang terkadang belum efektif dan efisien. 

Peran aktif pelajar dan metode pembelajaran daring yang tepat secara berkala diharapkan dapat melatih pelajar untuk terbiasa menggunakannya, belajar dengan serius dan fokus terhadap materi tanpa terpengaruh hal lain juga harus tertanam pada setiap individu. Menjaga komunikasi dengan teman jika terjadi masalah dalam pembelajaran daring. Bertanya langsung kepada guru/orang yang lebih tau apabila terdapat materi yang kurang bisa dipahami. Harapan kedepan pembelajaran daring tetap mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan dan kreatifitas pelajar meskipun banyak tantangan yang dihadapi serta perlu adanya adaptasi. Tetap semangat, jadilah pelajar cerdas! (Furqon)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.