Ads Top

Diskriminasi Bukan Solusi, Lebih Baik Berbagi Edukasi Lewat Aplikasi


PelajarTeladan.com - Ketika ada orang atau warga di desa yang baru pulang dari perantauan karena mereka terdampak COVID-19, maka diharuskan untuk mengkaratina diri sendiri selama 14 hari. 3 bulan yang lalu Pandemi COVID-19 ini benar - benat mengubah dunia, apalagi media yang terkadang menggunakan majas hiperbola dalam setiap beritanya tentang Pandemi COVID-19.

Orang - orang yang positif terinfeksi virus pun biasanya akan mendapatkan diskrimanasi dari warga sekitar yang merasa takut dekat dengannya karena khawatir terinfeksi juga. Sebenarnya ini adalah problematika klasik yang sudah berlangsung lama di negri kita tercinta ini karena masih kurangnya edukasi seputar pandemi COVID-19 dan penyakit menular lainnya.

Pola pikir seperti ini tentunya tak mudah untuk dirubah, perlu pembiasaan yang tepat serta edukasi yang benar untuk mengubahnya.

Selain itu, apabila ada warga yang terinfeksi virus namun pengetahuannya tentang COVID-19 ini masih kurang, pasti juga akan merasa terdiskriminasi karena banyaknya warga yang menjaga jarak dengannya. Tentu hal ini menimbulkan efek yang buruk seperti stress dan merasa dikucilkan yang membuat imun tubuh menjadi melemah.

Melemahnya imun tubuh tentunya membuat manusia jadi lebih rentan terinfeksi virus dan di masa seperti sekarang ini menjadi sangat berbahaya. Darisini dapat kita ambil kesimpulan bahwa segala bentuk diskriminasi di situasi saat sekarang tak akan pernah menghasilkan hal baik apalagi solusi.


Menurut kami, warga yang terinfeksi virus ini lebih baik selalu diberi dukungan serta edukasi walau via Aplikasi. Aplikasi yang dimaksud disini adalah aplikasismartphone muali dari media sosial yang bisa digunakan untuk berinteraksi dan juga edukasi atau aplikasi terntentu semacam HaloDoc yabng membuat kita makin teredukasi.

Bentuk dukungan seperti ini tentunya bisa dimulai dengan kegiatan kegiatan sederhana seperti memberikan informasi tentang makanan apa saja yang bisa memperkuat imun tubuh, memberi edukasi tentang pencegahan infeksi serta konten-konten menarik yang sekiranya membantu pasien agar makin semangat untuk sembuh. Dalam penyampaiannya juga perlu menggunakan etika yang baik dan santun agar si pasien merasa nyaman.

Ayo dukung pasien COVID-19 dengan menyebarkan informasi menarik kepadanya agar maki semangat untuk sembuh! (iqb)

Kontributor : Nawawi | Mahasiswa STAINU Purworejo

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.