Pendidikan Pancasila Dalam Ranah Keluarga

Hari Pancasila
Demokrasi merupakan sebuah bentuk pemerintahan dimana setiap warganya memiliki hak yang sama dalam pengambilan keputusan dengan tujuan untuk mengubah jalan hidupnya sendiri. Pasca reformasi telah banyak pencapaian yang di dapatkan oleh negara Indonesia yang juga di akui oleh dunia, salah satunya bentuk pemeritahan demokrasi di negara tercinta ini. 

Pancasila yang terkandung di dalamnya kini hanyalah sebagai hafalan belaka. Makna dari sila-sila yang terkandung hampir punah karena masyarakat Indonesia terutama di kalangan remaja mengalami krisis moral yang di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan, pemahaman serta penerapan langsung terkait pendidikan pancasila yang menyebabkan lumpuhnya karakter anak bangsa. Remaja yang seharusnya mampu mengembangkan dirinya malah terikat dalam jeratan kasus narkotika hingga asusila yang menyebabkan dirinya tertidur di rangkaian jeruji penjara. Melihat hal itu kita semua akan mempertanyakan, sebenarnya kekeliruan itu ada di sebelah mana? 

Pancasila merupakan ideology dan asas tertinggi masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila ke-1 hingga sila ke-5 mengandung Nilai-nilai yang sangat luar biasa dan menjadi cita-cita seluruh elemen warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa Indonesia yang terus tumbuh dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman. 

Pancasila terus bertahan sehingga membuktikan bahwa Pancasila merupakan solusi bagi berkehidupan bangsa Indonesia. namun dalam mewujudkannya tidak bisa dilaksanakan secara individu, kita semua harus bekerjasama agar cita-cita tersebut tercapai. Terutama dalam lingkungan keluarga, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan nilai-nilai Pancasila kepada anak sejak dini.

Pendidikan Pancasila yang di tanamkan sejak dini merupakan suatu ikhtiar untuk membentuk karakter dan jati diri sebagai warga negara Indonesia. Sehingga saat anak masuk ke dalam bangku sekolah dasar akan lebih siap untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Namun hendaknya dalam memberikan pendidikan pancasila pada anak usia dini, orang tua harus menyesuaikan dengan kapasitas intelektual anak, jangan di bebani dengan suatu perkara yang berat, namun untuk membentuk karakter anak lebih menekankan kepada contoh ataupun suri teladan juga mengarahkan untuk membangun karakter Pancasila.

Orang tua bisa memberikan contoh yang nyata dalam membangun pola pikir dan membentuk karakter anak melalui metode klarifikasi masalah dan mencari jalan keluar atau sering di sebut dengan metode problem Solving. Sudah saatnya orang tua benar-benar memberikan contoh terbaik untuk anak-anaknya, tidak hanya pandai bermain muka sehingga susah membedakan antara memarahi atau ternyata menasehati, dari pondasi pemahaman yang mumpuni, anak akan tumbuh menjadi calon penerus bangsa yang berkarakter dan siap untuk memperjuangkan cita-cita para leluhur.

Opini dari : Arinda Vivi Fitria

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.