Ads Top


Kita ibaratkan manusia adalah sebuah motor, sedangkan ilmu merupakan remnya. Manusia itu dikategorikan dari segi pertumbuhannya ada berbagai macam, balita, muda, remaja, dewasa dan tua. Di setiap masa tentunya akan berbeda cara berfikirnya, individu punya cara sendiri untuk menentukan alur jalan cerita hidupnya, walaupun jika di pandang oleh orang lain hal itu tegolong aneh. Namun orang lain tidak punya kuasa untuk ikut serta di dalam jalan ceritanya, mungkin kebanyakan hanya menjadi public figur saja. Bahkan jika orang lain merasa tidak nyaman, mereka tidak bisa ikut campur dalam mengatur kehidupan orang lain. 

Berbagai ilmu yang di serap oleh manusia sangatlah luas dan beragam sehingga dapat membentuk karakteristik seseorang. Jika di ibaratkan dengan nuansa saat ini, manusia di ibaratkan dengan motor dan ilmu di ibaratkan dengan rem. Semakin bertambahnya usia, umumnya seseorang akan bertambah dari sudut pengalaman semasa hidupnya di bandingkan dengan orang yang masih muda yang katanya banyak pergerakannya. Ketika motor di jalankan dengan begitu laju pastinya akan melewati beberapa tahap dari mulai berjalan perlahan, sedang dan semakin cepat hingga membelah angin. Seharusnya orang yang sudah mempunyai banyak pengalaman akan paham bagaimana caranya jika berjalan di atas aspal yang halus, aspal yang agak rusak atau bahkan jalan yang belum di aspal. Tidak mungkin kita akan melajukan kendaraan dengan kecepatan yang sama. Pengibaratan ini bisa di terapkan di dalam management jalannya organisasi yang seharusnya mampu menyesualikan siapa yang di pimpinnya. Bukan ego dan hanya mau di kenal sendiri. 

Adanya ilmu dan berbagai pengalaman di ibaratkan dengan rem. Apa yang telah di pelajari seharusnya mampu menjadikan menahan ego, menahan hawa nafsu dan lain sebagainya yang hanya menguntungkan nama satu pihak saja. Manusia dan ilmu merupakan sesuatu kesatuan yang haram untuk di pisahkan. Sehingga sebaik-baik manusia ialah orang yang menularkan ilmu yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain serta untuk mengembangkan lingkungan tempat tinggalnya.

Ahmad Irfan | PAC IPNU Bandongan

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.