Ads Top

Tak Sampai 3 Jam, Bazar Pelajar NU Wringinputih Ludes Diserbu Pembeli


Dok. PR IPNU IPPNU Wringinputih
Borobudur - Pelajar IPNU IPPNU Dasa Wringinputih Ikut berpartisipasi dalam acara bazar amal untuk penyempurnaan pembangunan gedung NU Ranting Wringinputih, Borobudur dan santunan fakir miskin, yang diselenggarakan NU Ranting Wringinputih dan banomnya, Ahad(8/3).

Lokasi acara ini bertempat di halaman gedung NU, Jl.Kyai Maksum Srigentan, Wringinputih. Sesuai dengan rundown acara, acara dimulai pada pukul 08.00 wib sampai pukul 12.00 WIB, namun realitanya acara tersebut dimulai lebih awal karena masyarakat sangat antusias dalam meramaikan bazar tersebut. Hal itu terbukti dengan kedatangan mereka yang rela mengantre pukul 07.00 WIB untuk berbelanja, benar-benar diluar ekspektasi panitia.

Bazar amal ini terdiri dari 5 stand meliputi stand bibit tanaman, stand bahan makanan dan sembako, stand olahan makanan dari ketela, stand pakaian muslimin muslimah dan stand hasil karya NU Ranting Wringinputih. Dalam mekanismenya barang-barang yang ada di setiap stand tersebut dijual dengan harga terjangkau sehingga mempengaruhi suasana kegiatan bazar tersebut menjadi sangat ramai pembeli dan daya beli masyarakat yang mampu membeli membuat peminat produk yang dijual menjadi sangat banyak sehingga dalam waktu kurang dari 3 jam barang-barang sebagaian besar sudah habis terjual bahkan ada yang sampai ludes di beberapa stand.

Respon terhadap bazar ini sangat baik, beberapa respon tersebut diantaranya dari  sekretaris fatayat ranting Wringinputih ibu Istianah "Momen ini sangat 'greget' dan seru sekali karena dapat memotivasi jiwa sosial saya dan memupuk ikatan tali silaturahmi dengan sesama warga wringinputih" ungkapnya.  

Dok. PR IPNU IPPNU Wringinputih
Selanjutnya tanggapan dari bapak Aris Sarifuloh selaku sekertaris ansor ranting Wringinputih yang hampir senada dengan yang di sampaikan ibu Istianah "sebuah kebanggaan untuk kami pengurus Nadhutul Ulama ranting Wringinputih dapat mengadakan event semacam ini, padahal sebenarnya acara ini bukan agenda tahunan, hanya sebuah gagasan spontan yang dirasa  berfaedah" tuturnya. 

Hal yang sama disampaikan juga dari peserta yang ikut jaga stand yakni rekanita Zilda yang tidak lain adalah ketua IPPNU  ranting Wringinputih "sebuah pengalaman yang sangat istimewa untuk saya dan teman teman karena bisa belajar berwirausaha sekalian berbagi dengan masyarakat yang tidak mampu," katanya. Selanjutnya reaksi luar biasa yang datang dari pengunjung antara lain, "embah arep tumbas meneh neng duwite entek je mas bagus" tuturnya dalam bahasa Jawa yang berarti "nenek ingin beli lagi tapi uang nenek sudah habis".

Acara tersebut ditutup dengan doa bersama yang berisi harapan semoga kedepannya desa Wringinputih dapat menjadi cerminan desa peduli sosial yang mengikuti ajaran Nabi Muhamnad SAW dan tetap dengan acara yang begenre millenial.

Salam 3B Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa.

Ziyan & Najib | PR IPNU Wringinputih Borobudur 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.